day 6. 30 day writing challenge

Day 6 #30DayWritingChallenge

Awalnya aku tidak yakin bisa menulis 10 hal yang aku sukai dari diriku sendiri. Aku memiliki percaya diri yang rendah, dan merasa tidak ada hal bagus yang dapat aku banggakan. Aku selalu melihat orang lain lebih baik daripada diri sendiri. Lalu aku sadar, ini kan bukan disuruh menyebutkan daftar kelebihan yang dari diri sendiri seperti tes wawancara kerja. Tidak masalah jika orang lain menganggap hal ini tidak hebat dan tidak keren, yang penting aku suka!

Write ten things you love regarding yourself

Oke, jadi ini dia 10 hal-hal yang aku sukai dari diriku sendiri.

1.      Narsis

Aku bersyukur memiliki kriteria perempuan yang menjadi standar ‘cantik’ di Indonesia, dan aku tidak munafik kalau aku senang bisa dianugrahi hal ini. Hanya saja sebenarnya aku tidak menyukai hidungku yang pesek, membuatku kacamataku sering mlorot saat dipakai. Hal itu membuatku selalu dibully oleh keluarganya mamaku. Padahal sumber kepesekan ini juga berasal dari genetik mereka.

Selebihnya, nggak ada alasan untuk tidak narsis.

2.      Tidak Pernah Sakit Gigi

Boleh dong aku bangga, pamer akan hal ini? Sewaktu aku masih kecil, berkunjung ke dokter gigi itu bisa dihitung cuma 2x. Prinsipnya orangtuaku, selama gigi anak-anaknya nggak ada yang sakit, ya nggak usah ke dokter gigi. Ngapain ke dokter gigi, mahal!

Lalu ketika mulai beranjak dewasa, aku sering mendapati teman-temanku bercerita bahwa dia harus bolak-balik ke dokter gigi hanya untuk menambal gigi atau melakukan operasi gigi. Mereka mungkin enak sering-sering ke dokter gigi tapi biayanya dibayarin kantor. Lha aku? Semua-semua harus bayar pribadi. Saat itu aku masih belum paham, emang kenapa gigi mereka?

Sampai beberapa minggu lalu aku ke dokter gigi hanya untuk periksa rutin saja, dan dokter gigi memberitahuku. “Giginya bagus,tumbuh semua lengkap. Pasti nggak pernah sakit gigi ya?”, tanya dokter gigi. Aku cuma mengangguk dan tersenyum. Emang sakit gigi bagaimana sih rasanya? Aku pernah sih sakit, tapi bukan gigi melainkan gusi. Gara-garanya ada sisa makanan yang tidak bisa dibersihkan akibatnya menyebabkan pembengkakan gusi.

Jadi, aku cukup bangga dengan diriku sendiri untuk hal ini. Gigiku memang tidak seputih punya Deddy Corbuzier atau serapi selebgram yang melakukan veneer gigi, tapi gigiku tetap hebat karena less maintenance dan tidak memerlukan biaya besar untuk berobat ke dokter gigi.

3.      Cuek Dan Less Judging

Aku nggak terlalu mengambil hati omongan orang lain, apalagi omongan yang menyakitkan. Jadi kalau ada yang berghibah di belakangku atau terang-terangan di depanku, aku akan cenderung cuek. Pun ketika ada orang yang tidak memenuhi standar social yang diterapkan masyarakat kita,aku gak mau capek-capek mengurusi hal seperti itu.

Ada kan tipe-tipe orang yang sukanya komentar apa aja kalau ketemu, mulai dari komen soal fisik lawan bicaranya, pilihan karirnya hingga memilah-milah untuk pertemanan karena tidak satu sekte dengan dirinya.

Aku cukup bangga pada diriku sendiri, walaupun aku termasuk ibu-ibu komplek yang cuma di rumah aja, tapi punya prinsip pilihan hidup orang ya pilihannya. Aku malas terlibat dengan konflik dengan orang lain, makanya lebih baik cuek.

4.      Suka Belajar Hal Baru

Aku memang tidak pandai, tetapi setidaknya aku nggak menutup kemungkinan untuk mencoba sesuatu yang baru. Bukan berarti aku menjanjikan bahwa aku akan jadi mahir, tapi setidaknya aku mau mencoba mempelajarinya. Beberapa hal yang baru aku pelajari akhir-akhir ini adalah belajar Bahasa Korea dan home workout.

5.      Bisa Programming

Tahukah kamu, ketika kita menguasai kemampuan membuat website, mengerti sedikit bahasa pemograman, mengerti SEO, memiliki kemampuan menulis dan mendesain maka kamu tidak perlu lagi membayar jasa pembuatan website atau toko online? Kemampuan ini wajib kamu pelajari apabila ingin menjadi blogger atau mencari passive income dari Google Adsense di blog.

Dahulu aku bisa memiliki lebih dari 25 mini website / toko online yang aku buat dan aku kelola sendiri. Tapi kalau sekarang, cukup 8 web saja yang sanggup dikelola sendiri.

6.      Bisa Mengontrol Nafsu Makan

Aku bukan pecinta kuliner sampai bisa membedakan makanan ini enak, makanan ini nggak enak, makanan ini enaaaak banget, dll. Aku juga punya kelemahan, lidahku itu tidak bisa merasakan rasa makanan yang  enak menurut standar orang lain. Bagiku makanan ya hanya makanan. Enak sih enak, tapi nggak sampai addicted ke makanan rasanya semua ingin dimasukan ke dalam mulut.

7.      Menguasai Basic Life Skill dengan Baik

Nggak pernah terfikirkan bahwa ketika menikah aku harus hidup bagaikan babu. Maklum aja, selama ini orangtuaku memperlakukanku seperti tuan putri. Mengerjakan hal-hal yang mendasar nggak pernah aku lakukan sendiri, selalu meminta bantuan orang lain. Namun karena keadaan, akhirnya aku mulai beradaptasi dan belajar. Kini aku mewajibkan agar anak-anakku juga harus bisa menguasai basic life skill sebelum mereka dewasa.

8.      Stick To The Goal

Kalau aku punya keinginan atau cita-cita, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Tapi ini dalam hal yang positif ya. Kalau nggak bisa, ya harus bisa. Kalau nggak punya uang, ya harus nabung dulu. Aku tidak pernah menghalalkan segala cara dengan cara yang negatif. Ketika aku sudah merasa maksimal tetapi hasilnya belum kelihatan, ya gpp juga. Aku harus mulai bisa menerimanya dengan ikhlas.

9.      Multitasking

Bersih-bersih rumah sambil masak? Hayoook! Ngerekap orderan yang masuk sambil nyuci baju? Atau belajar bahasa korea sambil olahraga di rumah? Yuk ah cuss… Karena semenjak jadi ibu, pekerjaan harus bisa dilakukan secara parallel. Bagi seorang ibu, waktu 24 jam itu nggak cukup lho. Makanya jika ada dua pekerjaan yang bisa dilakukan secara bersamaan, maka aku akan melakukannya.

Sayangnya kebiasaan multitasking ini sebenarnya tidak boleh sering dilakukan, karena akan mempengaruhi kinerja otak. Kita akan cepat merasa burn out dan sering kehilangan fokus.

10.  Lebih Suka Mendengarkan daripada Banyak Bicara

Jika kamu ingin curhat soal masalah pribadi, atau ingin menyalurkan bakat ngopyok untu, maka disarankan carilah teman seorang introvert. Seseorang yang sepertiku cocok dijadikan teman karena aku adalah pendengar yang baik. Mereka juga gak akan menyebarkannya kepada orang lain. Mau menyebarkan ke siapa? Teman saja nggak punya, hehe..

Aku juga biasanya akan mengiyakan argument yang mereka punya di depan mereka, walaupun pada dasarnya aku mungkin nggak setuju. Selama lawan bicaraku senang, cukup bagiku untuk mendengarkan saja.

Jadi, apa 10 hal yang kamu sukai dari dirimu sendiri?

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, dimana aku akan menantang diri sendiri untuk menulis dari topik-topik yang sudah disiapkan selama 30 hari penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *